Triple Uniciteit van de Orangeland “Tiga Keunikan dari Negeri Orange”


Dari judulnya sekilas seperti terlihat bahwa saya akan bercerita mengenai suatu negeri yang ada dalam dunia dongeng. Tapi ini ada benar dan tidaknya juga. Kenapa? Karena yang ingin saya ceritakan disini adalah sebuah negeri yang terletak di perbatasan antara negara Belgia disebelah selatan, negara Jerman di sebelah timur, dan Laut Selatan di sebelah utara dan barat yang tak lain dikenal sebagai The Kingdom of Netherland “Kerajaan Belanda”. Oleh karena itulah saya menyebut negeri ini adalah negeri dongeng. Benar karena selain dari pada saat kita kecil, negeri dongeng identik dengan negeri kerajaan, Belanda memiliki banyak keunikan-keunikan yang menarik juga menakjubkan. Tidak karena negeri ini ada dan keindahan yang muncul dari keunikan-keunikan tersebut bukan hanya ada dalam imajinasi seorang anak kecil.

Kenapa disebut sebagai negeri Orange? Sebenarnya istilah tersebut bukan asal saja saya pakai. Kata orange ini memang sudah identik dengan Belanda sejak dulu. Kenapa?

Karena, ternyata dan ternyata, si warna orange ini memang sudah menjadi warna nasional Belanda. Simbol orange ini berasal dari keluarga kerajaan Orange-Nassau yang memiliki asas Orange (istilah untuk pewaris kerajaan). Dalam masyarakat modern saat ini, kata Orange atau “Oranje” (dalam bahasa Belanda) juga dikaitkan dengan beberapa hal seperti istilah Oranjezonnetje (Orange Matahari) mengelompokkan cuaca baik pada hari ulang tahun Ratu, 30 April, Oranjegekte (Orange Craze) menandakan kecenderungan banyak orang Belanda berpakaian dengan warna oranye selama pertandingan sepak bola, dan lain sebagainya. (wikipedia)

Nah, dari obrolan singkat dengan seorang senior (terima kasih untuk K Adit) dan browsing Internet, dikarenakan banyaknya hal-hal yang menakjubkan yang didapatkan tersebut mengenai negeri Belanda, timbullah keinginan saya untuk merangkumnya menjadi tiga poin dalam dua kata yang bagi saya kontradiktif.

Kenapa saya memilih angka tiga untuk menggambarkan negeri Belanda? Menurut pengalaman jam terbang saya, penggunaan tiga poin mempermudah seseorang untuk mengingat sesuatu. Ini dapat dilihat dari metode-metode pembelajaran yang disampaikan juga banyak menggunakan tiga poin, terutama pada saat ujian, biasanya jawaban diminta minimal dalam 3 poin.

Selain itu,

Kenapa saya ingin menggambarkan sesuatu yang kontradiktif? Disanalah keunikan yang ingin saya ceritakan kepada khalayak teman. Adanya kontradiktif ini membuat saya menjadi terkagum-kagum akan negeri yang satu ini. Sesuatu yang kontradiktif juga mempermudah seseorang untuk membandingkan sesuatu hal.

Metode ini yang ingin saya sampaikan juga, untuk mempermudah saya dan teman-teman mengingat keunikan dari Sang Negeri Belanda ini.

Jadi, tertarik untuk membaca cerita saya lebih lanjut? Let we go!

Pertama,

The Small Country vs The Big Place

Belanda yang memiliki luas area sebesar + 42 ribu km2 dengan jumlah penduduk yang berkisar + 16 juta jiwa. Bisa dibayangkan bagaimana 400 manusia hidup dalam lingkungan seluas 1 km2? Daerah tersebut akan terlihat sebagai daerah yang padat dan penuh sesak layaknya komunitas kehidupan di pasar atau terminal. Namun, di Belanda yang terjadi adalah sebaliknya. Perancangan tata kota dan arsitektur yang baik menjadikan negeri ini sebagai salah satu negeri yang nyaman untuk ditinggali.

Satu hal bahwa, negeri Belanda merupakan negeri yang ketinggiannya berada di bawah permukaan laut. Oleh karena itu, Delta Project (pembangunan berbagai jembatan, bendungan, dan “pump stations) di kawasan Zeeland dan South Holland diprakarsai untuk melawan arus dari Laut Selatan.

Walaupun keadaannya yang kecil tersebut, Belanda terkenal dengan 3 tempat menarik yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan, yaitu Keukenhof yang merupakan terkenal sebagai kebun bunga terbesar dan terindah di dunia dimana aneka warna dan jenis tulip yang menjadi simbol dari negeri ini dapat dilihat langsung kecantikannya, Rotterdam port yang menjadi pelabuhan terbesar di dunia dan pintu gerbang utama untuk memasuki Eropa melalui jalur laut, dan Amsterdam Schiphol yang menjadi satu dari bandara udara terbesar di Eropa.

Unik bukan?

Kedua,

The Traditional Country vs The Modern Life

Lain halnya dengan kebudayaan di negeri ini. Walaupun kehidupan orang Belanda mengikuti perkembangan life style di dunia, namun Belanda juga terkenal dengan kultur budayanya yang masih melekat kuat. Tak asing lagi bukan dengan Klompen? Klompen dalam bahasa Belanda atau clogs dalam bahasa Inggris merupakan sepatu kayu yang juga menjadi keunikan dari negeri ini yang pada awalnya.


Ingat clogs jadi teringat crocs, sepatu yang sekarang ini lagi menjadi trend di dunia saat ini. Kalo menurut saya, keduanya setipe loh! Yang membedakan, clogs itu sepatu kayu, sedangkan crocs itu sepatu plastik. hoho

Kebudayaan tradisional dari negeri ini juga terlihat dari pakaian tradisional khas Belanda yang masih menjadi trademark di daerah Volendam. Selain itu, kita juga mengenal adanya istilah negeri kincir angin  karena bangunan Windmill yang khas di Belanda yang berfungsi sebagai sisem bantu irigrasi untuk bidang agrikulturnya. Tradisional kultur tersebut masih bertahan hingga sekarang dan menjadi ciri khas dalam kehidupan modern dii negeri ini.

Mulai tertarik untuk berkunjung ke Belanda?

Ketiga,

The Hi Tech Country vs The Artistic Creature

Belanda termasuk ke dalam negara maju yang diakui oleh dunia. Teknologi-teknologi yang maju yang dikembangkan tersebut merupakan buah karya pemikiran generasi yang terdidik dengan sistem yang juga diakui secara internasional dengan adanya istilah 3 TU(Technische Universiteit), yaitu Delf University of Technology, Eindhoven University of Technology, dan University of Twente .

Namun, negara berteknologi canggih ini juga tidak kalah dengan ciri keartistikan dan nilai seninya yang tinggi. Haque, Delft, Harleem, Utrecht, Groningen, dan Maastricht menjadi tempat yang patut dikunjungi untuk melihat berbagai macam bangunan bersejarah, museum, dan pusat atraksi. Khusus untuk Rotterdam, termasyur dengan arsitektur modernnya, sebagai contoh Erasmus Bridge, yang dikenal sebagai “Swan”.

Penasaran bukan untuk melancong ke negeri Belanda?

Lain hal dengan Negara Prancis yang saya sebut dalam kamus saya sebagai Negeri Ter-Indah, saya menyebut Belanda sebagai Negeri Ter-Unik karena saya pun takjub dengan keunikan yang dimilikinya.

Jadi, kalo ada kesempatan berupa uang dan waktu, negeri dongeng ini patut dicoba untuk dijelajahi, layaknya Alice in The Wonderland 🙂

Advertisements

18 Comments Add yours

  1. utie says:

    ih keren yah, ga nyangka ternyata belanda punya nilai seni yg hebat dan canggih. keliatan banget pada desain clogs/komplennya. ternyata keeksisan crocs diawali dengan penduduk belanda yg memakai komplen atau clogs, keren keren.
    kebudayaannya juga masih tetap dipertahankan banget padahal belanda kan udah jadi negeri yg berteknologi tinggi.
    trus maksudnya, traditional country vs modern life itu apa? kenapa disebut modern lfe? padahal kan kebudayaan disana masih dipertahankan banget, kenapa bisa disebut modern life?
    informasinya detail, menarik banget haha two thumbs up deeeeeh 😉

    1. microwordofcattleya says:

      karena itu ti kakak bilang kontradiktif, di satu bagian dunia belanda ada daerah yg masih mempertahankan identitas kulturalnya, sedangkan di bagian dunia belanda lainnya, udah maju, teknologinya canggih2,,,
      kalo kita (red: Indonesia) kyk gitu dari dulu, mungkin negeri kita jg bakal lebih famous, makanya jgn malu sama kebudayaan sendiri ^^

  2. anya says:

    parah lu ra, mo ke blanda ga bilang2. kalo uda mo brangkat jangan lupa kasi tau gw yah

    1. Jay says:

      mentang-mentang udah ada di Deventer.. 😛

      1. microwordofcattleya says:

        Deventer apa ya k? hehe g tw, xp

    2. microwordofcattleya says:

      blum nya, ini lagi usaha untuk mencoba kesana, mudah2an ya! doakan saja, yang namanya rejeki itu udah diatur sama Yang Diatas, tinggal kitanya usaha, tul g? hehe

      1. anya says:

        nyoba daftar erasmus aja ra, biar bisa pindah2 sekolahnya, skalian keliling eropa. kaya kak ulfah. gw yakin lu bisa lolos. hehe. sukses lah

  3. syifa says:

    kereeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeen bangeeeeeeeeeeet ceritanya
    kakak nyari informasinya dimana aja??
    huhuhuhu
    ifa maauu ikuuut ke belandaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

    1. microwordofcattleya says:

      browsing fa, sama nanya2 ke kakak kelas,,,
      ayo, bikin blog fa! menyenangkan loh nulis, selain bisa numpahin isi pikiran, dikomenin jg,,,hehehe

  4. Jay says:

    bagus tulisannya ra. padahal cuma bikin beberapa hari doank. kalo bikin dari 2 minggu yg lalu curiga bisa dicantumin di pendahuluan brosur “Study in Holland”.. 🙂

    nice work gan!

    1. microwordofcattleya says:

      makasi ya kak! itu jg sempet stress mw bikin apa?! baru nemu ide j-5, hoho
      doakan ya kak! ^^

  5. wi2d! says:

    Bisa aja ide nge-blogny xp!
    Keren, moga keunikan konten cerita ini juga bs panitia lihat dan jadi deh pergi ke Belanda!! ^^

    1. microwordofcattleya says:

      amin, ^^

  6. Baim says:

    whoo,
    bukanya lo mau k jerman ra?
    kok berubah jadi belanda?

    tapi gapap si, kan sebelahan =p
    goodluck!!

    1. microwordofcattleya says:

      lagi mencoba mengais rejeki aja im,,,kan rejeki itu udah ada, tapi gmn cara kita usaha untuk memintanya biar dikasi, hehe

  7. microwordofcattleya says:

    utie mau kuliah di belanda aja aaaaaaaah kan desain grafisnya keren juga hahahahaha

  8. utie says:

    eh salah nulis yg tadi tulisan utie hahahaha lupa nge-logut account kakak hehe

  9. menyongsong datangnya bulan Romadhon, mari kita mempersiapkan diri untuk hati yang lebih bersih dan rasa saling menghormati. mohon maaf kalau komentar ini sekedar menyapa, tidak sesuai dengan isi postingan 11:48

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s