Hamil Sehat dan Cantik.

https://ikatalia.files.wordpress.com/2012/12/8f93d-pregnant-cartoon-baby-in-mother-womb.gif?w=158&h=300

Sebenarnya saya malu menuliskan ini. Berhubung 3 bulan pertama kehamilan, saya hanya bisa tidur, makan, dan berleha-leha di kasur. Mau kemana-mana jauh. SIM mobil belum jadi diurus lagi dan dilarang juga pakai motor. Jadilah, saya terperangkap saja di rumah yang jauh di antah berantah Bandung. Sekalinya dibawa turun naik bukit dengan mobil, sayanya langsung muntah-muntah. Serba salah jadinya.

Saya bingung mau melakukan apa di dalam ketidakberdayaan. Hal ini bahkan membuat saya stress. Sudah tidak produktif, nafsu makan turun, dsb. Tapi stress tersebut saya tekan sekuat mungkin. Saya terus saja menggumamkan dalam hati, “Saya tidak boleh stress, saya tidak boleh stress, saya tidak boleh stress… Nanti kasihan si dedek!”

Karena bosan yang tidak terobati, jadilah saya jadinya makin bermalas-malasan. Satu kegiatan yang masih bisa saya lakukan sembari bermalas-malasan: saya lebih banyak mengisi waktu saya dengan membaca dan membaca. Membaca apapun. Mulai dari buku tentang kehamilan (plus browsing di internet), novel-novel (yang sudah dibeli entah kapan) yang belum sempat saya baca, hingga untungnya ada NG Indonesia (plus) NG Traveler, yang kami berlangganan setiap bulannya. Walau tidak produktif menghasilkan sesuatu, setidaknya saya produktif mengasah otak saya agar tidak benar-benar tumpul.

Setelah melalui proses adaptasi yang cukup panjang (3 bulan bo’!), akhirnya saya menemukan kembali energi saya yang hilang di tengah padang sahara. Satu, yang tetap bisa menjaga semangat saya adalah janin yang sedang tumbuh di dalam perut saya. Saking bahagianya, saya selalu terharu melihat dia di layar USG setiap kali cek kehamilan per bulan. Alhamdulillah, dia sehat di sana (saya selalu bergumam dalam hati: seperti ini ya memiliki perasaan menjadi seorang Ibu?).

Namun, karena ini adalah kehamilan untuk anak pertama saya, maka saya pun akhirnya berusaha untuk memaafkan diri saya yang tidak produktif ini. Ini juga sedikit mengobati stress akut saya. Tidak ada kata terlambat untuk mencoba dan memulai sesuatu dari awal! Sedikit demi sedikit saya mencari kegiatan-kegiatan positif yang bisa saya lakukan tanpa mengganggu kehamilan dan kembali menyusun jadwal kegiatan sehari-hari saya. Saya pun mulai menyemangati diri saya untuk menulis lagi di blog ini.

Saya pun tergerak untuk menuliskan beberapa tips (yang saya dapat dari buku dan internet) yang mudah-mudahan berguna untuk para wanita yang sedang hamil (apalagi jika itu merupakan anak pertama mereka). Prinsip yang selalu saya tanam adalah hidup seimbang!

Saya memang seorang yang tergolong perfeksionist. Namun, setelah saya pikir, mungkin ke-perfeksionist-an ini jugalah yang menjadi kelemahan terbesar saya. Saya sering malas untuk melakukan hal dengan waktu, tempat, dan kondisi yang tidak tepat. Jadilah saya orang yang paling pemalas di dunia selama 3 bulan pertama kehamilan saya! haha.

Oleh karena itu, saya membagi ke dalam 3 poin kesehatan penting yang perlu kita perhatikan sebagai seorang wanita yang sedang hamil, yaitu kesehatan jasmani, pikiran, dan rohani.

Yang pertama, Kesehatan Jasmani.

Diet makanan.

Jangan salah! Ibu hamil pun perlu diet khusus. Apalagi untuk 3 bulan pertama, yang menjadi masa rawan terhadap keguguran. Walaupun diet tersebut tidak saklek, kita harus tetap memperhatikan asupan gizi untuk kita dan janin. Selain itu, 3 bulan pertama merupakan masa gundah-gulana, dimana morning sick symptom menerpa. Saya bahkan sampai kehilangan 3 kilo gram berat badan akibat nafsu makan saya yang mendadak hilang. Padahal sebelum hamil, saya orang yang tidak pernah neko-neko untuk masalah makan, makan apa aja, kapan pun dan dimanapun. Hal ini pula yang sempat membuat saya stress berat. Namun, saya terus mencoba mencari makanan-makanan yang cocok untuk perut saya. Makan buah, minum jus, vitamin, dan susu baik sebagai tambahan gizi. Saya juga suka mengkonsumsi yoghurt. Menurut pandangan saya seorang mikrobiologi, gizi yang terkandung di dalam yoghurt bahkan lebih baik daripada susu sendiri.

Olahraga.

Saya mengerti koq! Untuk bangun dari tempat tidur rasanya susah sekali. Saya pun mengalami hal itu 3 bulan pertama kemarin. Perasaan mual dan pusing membuat kita malas untuk melakukan apa-apa. Namun, berhubung saya memiliki hobi berenang (dan berenang merupakan salah satu olahraga yang dianjurkan untuk ibu hamil menurut buku dr. Mehmed Oz di atas) jadilah saya memaksakan diri untuk merutinkan renang 1 minggu sekali. Awalnya malas karena saya harus pergi ke tempat renang di Arcamanik Bandung yang lumayan jauh dari rumah dan harus bangun pagi (walaupun saya bangun subuh untuk sholat, tapi tidur lagi sehabisnya, hehe).

Bahkan, suami saya yang ikut Indorunner bercerita kalau ada seorang wanita yang masih terus rutin mengikuti kegiatan lari, walaupun dia sedang hamil (karena sudah hobi dan tidak dipermasalahkan oleh dokter). Saya cuma bisa mengajungkan jempol (hebat!).

Jadi, berolahragalah! Cari jenis olahraga ringan yang bisa kamu ikuti. Banyak tips-tips olahraga untuk ibu hamil yang bisa kamu temui di internet. Satu yang saya dapatkan (juga dari buku dr. Mehmed Oz), berjalan kaki 30 menit setiap pagi bagus untuk mengencangkan otot-otot sebagai persiapan untuk kelahiran. Walaupun saran yang satu ini, kadang iya kadang tidak saya lakukan, hehe.

Perawatan diri.

Selain itu, kesehatan jasmani bukan cuma berolahraga saja. Kita, ibu hamil, juga perlu merawat diri. Gak perlu muluk-muluk harus ke salon (walaupun kalo ber-dompet, juga tidak apa-apa ke sana, hehe). Yang penting, jangan sampai kita, wanita hamil keliatan kucel, apalagi sama suami. Kalau saya pribadi, setidaknya saya punya peralatan spa (sederhana) pribadi yang bisa saya gunakan di rumah, seperti lulur, masker, creambath, dsb. Walaupun, kadang-kadang saya juga malas berdiam lama di kamar mandi, dan melakukan hal tersebut, hehe.

Yang kedua, Kesehatan Pikiran.

Sebagai seorang wanita yang sebentar lagi akan menjadi ibu, pastinya kita harus mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut sang buah hati, terutama mental. Apalagi jika kasusnya seperti saya yang sedang mengandung anak pertama. Walaupun banyak bertanya-tanya kepada orang yang sudah berpengalaman, namun saya merasa perlu untuk mencari ilmunya sebagai pegangan tetap. Beruntung saya dulu berkuliah di bidang ke-biologi-an, sehingga saya sedikit banyak sudah paham mengenai proses yang sedang terjadi dalam perut saya.

Beruntung, suami saya dipinjami oleh temannya satu buku kehamilan yang sangat berguna sekali. Having a Baby karya dr. Mehmed Oz menurut saya cukup bagus dan lengkap dengan bahasanya yang mengalir. Buku ini juga memberikan beberapa tips seputar menu diet makanan, olahraga ringan, dan tips-tips lainnya yang oke punya.

Saya juga mencari-cari informasi tambahan dari internet, blog, dan sebagainya. Beberapa yang saya temukan, di antaranya kalender kehamilan (link website) dan kalender menu diet untuk ibu hamil lengkap (link website). Walaupun, sumbernya bukan made in Indonesia (alias dari luar negeri), namun setidaknya kita bisa tahu dan bisa menyesuaikan dengan pola hidup kita masing-masing.

Selain membaca literatur-literatur tentang kehamilan, juga ada baiknya kita membaca hal-hal lain seperti novel, buku inspiratif, dsb. Walaupun kondisi kita tidak seperti sebelum hamil (Bawaannya lemah dan tidak bertenaga. Ini karena energi yang ada ditubuh kita dibagi dua: untuk kita sendiri dan si janin) setidaknya waktu malas-malasan kita di isi dengan membaca sesuatu (yang tidak terlalu banyak menguras energi). Inilah inti dari kesehatan pikiran. Kita harus tetap menjaga agar otak kita tetap berjalan dan aktif berpikir (terutama untuk hal-hal positif).

Yang Ketiga, Kesehatan Rohani.

Walaupun ini yang terakhir, namun perannya juga sangat penting bagi hidup! Sebagai orang yang beragama, anak kita sebaiknya sudah diajarkan mengenal Tuhannya sejak dalam kandungan. Caranya bagaimana? Sebagai seorang muslim, tetap beribadah sholat, merutinkan ngaji (membaca Al-Qur’an), dan sebagainya. Ruh kita juga perlu diisi dengan sesuatu yang bermanfaat. Jangan terlalu terfokus hanya dengan 2 aspek (pikiran dan jasmani saja) tapi melupakan jiwa kita yang juga haus kasih sayang.

Selain itu, jika kata orang musik baik untuk perkembangan janin, maka sebagai seorang muslim (selain memperdengarkan musik pop/rok/jazz kesukaan kita), baiknya kita juga memperdengarkan murothal Al-Quran kepada si janin. Sembari bermalas-malasan di kasur, misalnya, atau untuk kasus saya: saya menyetel murothalnya sebelum tidur (membuat sleep mode dengan lama waktu tertentu).

Kamu bisa membuat jadwal kegiatanmu sendiri yang unik dengan menyesuaikan hobi dan minat kamu. Yang penting, percaya bahwa kehamilan itu adalah masa-masa paling indah kamu dengan si buah hati (Jangan lupa juga selalu mengajak dia mengobrol kapan pun dan dimanapun. Ini untuk menjalin ikatan ibu-anak. Walaupun tidak terlepas juga peran sang ayah: saya sering memintanya untuk menyapa si dedek tiap bangun pagi dan sebelum tidur).

Terlepas dari Tuhan yang memang Pencipta Sesungguhnya, kita, seorang wanitalah, yang bertanggungjawab dalam proses penciptaan sang buah hati. Jika percaya ada takdir yang saklek (tidak bisa diubah seperti jenis kelamin, dsb), ada juga takdir yang bisa diubah. Nah, disinilah peran kita untuk menentukan takdir si anak nantinya.

Kitalah yang sedang merancang kehidupan untuk anak kita (apakah baik atau buruk nantinya setelah dia lahir). Jadi jangan sia-siakan waktumu bersama sang buah hati! πŸ™‚

Salam hangat,

ttd1

Advertisements

4 Comments Add yours

  1. wdputro says:

    Hmm diet, padahal suka nakal minta mie hhi =P

    1. Ruma[h]Rara says:

      Kan sekali-kali gak papa, hehe :p

  2. Wah, bentar lagi Sinnai punya temen main baru nih, hehehe πŸ™‚
    Selamat ya untuk kalian berduwa! Dijaga kehamilannya dan terus berdoa…

    Btw, ini bener banget nih…
    “…Walau tidak produktif menghasilkan sesuatu, setidaknya saya produktif mengasah otak saya agar tidak benar-benar tumpul…”

    Ibu memang perlu bekal banyak untuk bahan cerita buat sang anak nantinya… Harus rajin baca, biar nanti bisa banyak-banyak berkisah, biar kehidupan anak penuh cerita yang seru-seru, bukankah dunia ini dibentuk dari jalinan jutaan cerita setiap makhlukNya πŸ˜€

    Sekali lagi, selamat ya, Rara & Wiwid

    1. Ruma[h]Rara says:

      Hihi, iya niy kang yan! doanya kang yan sama teh devi manjur ternyata, :p
      Minta doanya sekali lagi, semoga dedeknya sehat sampai kelahiran, amiinnn πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s