Ayo ke Masjid!

masjid

Tema tulisan saya kali ini adalah “Ayo ke Masjid”. Kenapa saya terbersit keinginan untuk menuliskan tentang ini? Sebenarnya, ini menjadi salah satu cara untuk mengingatkan saya juga untuk rajin-rajin ke Masjid. Apalagi dengan kondisi saya yang sedang membawa-bawa bayi di dalam perut saya ini, saya jadikan momentum ini sebagai langkah awal untuk mulai mengenalkan pendidikan islam sejak dia masih di dalam rahim. Semoga kelak dia menjadi anak yang sholeh, amin.

Mungkin di antara kita, terutama anak muda sangat jarang berkunjung ke masjid dalam waktu 5 kali sehari kewajiban kita kepada Allah akan sholat. Itu pun terjadi pada saya. Namun, kerinduan yang sangat itu akhirnya kembali membuncah. Mungkin ini tak lain dikarenakan saya pernah mengecap 3 tahun kehidupan asrama yang mewajibkan siswa/i-nya untuk sholat 5 waktu di masjid. Alhamdulillah, momen-momen tersebut masih membekas sampai sekarang. Masjid menjadi tempat ternyaman dalam hidup saya.

Selepas masa asrama di SMA, saya pun masuk ITB dan bersyukur ada Masjid Salman yang luar biasa sejuk. Saya pun sering menjadikan Salman tempat belajar, layaknya yang saya lakukan dulu di Masjid IC (read: Insan Cendekia – nama almamater SMA saya). Namun, tamat kuliah, masjid layaknya jauh di mata tapi masih melekat di hati, hehe. Yah, setidaknya jika sedang jalan-jalan ke suatu tempat dan tiba waktu sholat, saya berusaha untuk mencari masjid yang terdekat.

Tapi, ada satu terbersit keinginan yang dalam, yaitu sholat subuh ke Masjid. Akhirnya, keinginan itu saya sampaikan kepada suami. Rutinitas ini sempat kita jalankan ketika Ramadhan bulan Agustus tahun lalu 2012. Walaupun begitu, sempat terhenti karena diri saya yang masih menyesuaikan dengan kondisi hamil muda di 3 bulan pertama.

Alhamdulillah, saat ini menginjak usia kehamilan 5 bulan, saya mendorong diri saya kembali untuk bangun subuh dan bersiap ke Masjid. Walaupun masih terbilang banyak bolong-bolongnya, tapi saya bertekad harus mulai merutinkannya. Ini juga sebagai bekal pembelajaran untuk si dedek di dalam perut.

Saya pun merasakan kenikmatan dengan melakukan sholat subuh di Masjid, selain hikmah sholat berjamaah itu sendiri. Yang paling utama adalah merasakan sejuknya udara pagi yang bersih. Ini saya manfaatkan sebagai latihan pernafasan untuk ibu hamil. Selain itu, berjalan kaki selama selama 5 menit ke Masjid, juga melatih otot-otot pinggul, paha, dan kaki saya. Harapannya, semoga persalinan nanti berjalan lancar, amin.

Di luar itu, sebenarnya ada kemirisan dalam hati. Walaupun dibilang sebagai negara dengan mayoritas penduduk Islam terbanyak, yang saya lihat, orang yang sholat di Masjid kini tidak lagi banyak, apalagi di Subuh hari, sangat bisa dihitung jari.ย  Bersyukur shaf untuk pria masih lumayan banyak di banding shaf wanita. Itu pun mayoritas diisi oleh bapak-bapak dan ibu-ibu yang sudah berumur.

Jujur, hal tersebut menjadi cambuk buat diri saya sendiri. Saya masih muda dan masih terbilang segar bugar. Kalau bukan diri saya sendiri yang memulainya, bagaimana saya bisa mengajak anak keturunan saya nanti untuk tetap memakmurkan masjid. Padahal masjid sebenarnya bukan cuma sebagai tempat sholat. Masjid layaknya, juga bisa menjadi wadah berbagai aktivitas sosial masyarakat yang islami. Tapi, kalo untuk sholat ke Masjid saja susah, bagaimana kita mau membentuk peradaban yang Islami?

Jadi, ayo yang merasa masih muda belia, mari kita beramai-ramai memakmurkan Masjid! ๐Ÿ˜‰

Salam hangat,

ttd1

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. wdputro says:

    Akan terbukti, energi masjid subuh hari akan mengisi tubuh jauh lebih banyak ketimbang tidur 10 jam ๐Ÿ˜‰

    1. Ruma[h]Rara says:

      Iya…makanya kita jgn males bgn subuh, hehehe :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s