Ini Negeri Penuh Sandiwara.

Sebenarnya saya miris dengan judul yang saya tulis di blog ini. Betapa tidak? Kemarin saya sembari melepas penas sehabis mengitari Jakarta, ikut-ikutan Papa yang sedang menonton talkshow di salah satu media TV. Acara yang dipandu presenter Najwa Shihab tersebut sedang mewawancarai beberapa orang perwakilan dari sebuah partai terkenal di Indonesia ini.

Lucunya, salah satu yang diwawancarai, berargumen sampai hampir terisak-isak. Apa yang saya pikirkan? “Udah kayak sinetron aja pake nangis-nangis dan sumpah-sumpah bawa nama Tuhan.”

Yah, begitulah. Saya merasa, politik Indonesia saat ini sedang maraknya menyusun Drama atau Sinetron versi masing-masing. Entah ada yang mempromosikan dengan judul “kicauan N******n” atau “bab A**s“. Bahkan si presenter pun sampai menyebut istilah CV C****s, saking terlihat dengan jelasnya Bapak, Ibu, Anak kong-kaling-kong menjabat di partai tersebut.

Saya pribadi, kalaupun si Bapak memang berniat beranak-pinak di partai itu silakan saja. Asal Beliau mau mengundurkan diri sebagai pemimpin rakyat. Kalau Beliau masih percaya agama dan Tuhan, seharusnya Beliau ingat berapa juta rakyat yang dia kecewakan hanya karena terlalu “galau” mengurus partainya.

Lagipula, menurut saya mereka bodoh. Mau-maunya bergulat di satu tempat itu. Di rumah pun bertemu, di luar bertemu. Itulah yang dicontoh oleh bawahannya. Misalnya saja, selepas suaminya sudah habis masa jabatannya, istrinya yang maju mencalonkan diri. Benar-benar keterlaluan. Mereka lupa, bahwa rejeki dari Tuhan itu luas dan melimpah ruah, asal mereka mau usaha mencari dengan jalan yang bersih.

Mau jadi apa negeri ini? Jika semua figur politik yang ditampilkan media seperti tidak punya otak lagi. Hanya memikirkan perutnya yang buncit agar tetap buncit.

Walaupun, saya tidak memungkiri bahwa beberapa tokoh yang ada masih bisa menjadi teladan. Tapi, mereka jarang sekali ter-ekspos. Media hanya seakan sibuk menampilkan gurauan tak berpendidikan dari para tokoh-tokoh politik tersebut. Indonesia seperti kehilangan role model yang patut dicontohi.

Tak heran, jika banyak di antara anak muda jaman sekarang yang jengah dengan perpolitikan Indonesia. Bahkan, kalau bisa tidak mau mendengar atau peduli sedikit pun.

Tapi, mau tak mau. Ini menjadi Pe-eR kita sebagai anak muda Indonesia. Mau tidak mau juga, kita lah yang harus menggantikan mereka nantinya. Oleh karena itu, ayo gali ilmu sebanyak-banyaknya dari sekarang. Mantapkan keahlian kita di bidang masing-masing sembari, mau tak mau pun, harus mengerti tentang perpolitikan Indonesia. Kitalah yang bertanggungjawab membersihkannya, jika para politisi-politisi itu sekarang seperti hanya makan gaji buta uang rakyat.

Biasakan kebenaran dari sekarang, jangan membenarkan kebiasaan. Apalagi itu kebiasaan yang jelas-jelas buruk dan merugikan orang banyak.

Hidup ini memang tidak akan se-ideal yang kita inginkan. Tapi itulah kenyataannya kawan. Jadi, jangan disandiwarai. Yang ada kita sendiri yang terjerumus oleh sandiwara yang kita buat sendiri.

Negeri ini bukan sinetron atau drama. Negeri ini butuh profesionalitas dan orang-orang yang pengabdiannya tulus. Agar kekayaannya yang katanya melimpah itu tidak hanya dinikmati oleh orang-orang rakus dan biadab yang seenaknya berkeliaran saat ini.

Salam hangat,

ttd1

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s